Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 November 2020

NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT KOREA—INDONESI

Maman S. Mahayana *
 
/1/
Dibandingkan hubungan kebudayaan Indonesia—India, Indonesia-Cina, atau Indonesia—Jepang,1 hubungan kebudayaan Indonesia—Korea Selatan (selanjutnya disingkat Korsel), relatif baru terjadi belakangan.2 Tak begitu jelas, bagaimana hubungan kebudayaan kedua negara sebelum berakhir Perang Dunia Kedua. Tetapi setelah Korsel memulai pembangunan ekonomi dengan berbagai infrastrukturnya, serta mulai meningkatnya perkembangan dunia pendidikan, Hankuk University of Foreign Studies (HUFS) yang berdiri tahun 1954, membuka Department of Indonesian—Malay tahun 1964.3 Setelah hubungan Indonesia—Korsel meningkat, jalinan kerja sama kebudayaan dan kesusastraan, juga makin memperlihatkan kemajuan yang sangat berarti.4

Jumat, 04 September 2020

BERGURU PADA DESA

Mashuri *

Ada tiga buah desa yang sering saya dengar waktu masih kecil. Dulu, tak ada getar apa-apa, bahkan ada kesan menyepelekan. Kini, seiring laju waktu, saya tergetar sendiri ketika mendengarnya. Apalagi setelah hijrah dari kampung halaman. Ini memang soal nama, tetapi ada sesuatu yang panjang di baliknya. Sok serius nih. Aslinya, ngablak. Judul status ini pun kemoncolen.

Upacara Bersih Desa

Tulus S *

Adat adalah salah satu unsur kebudayaan yang terdapat di dalam tiap-tiap masyarakat. Menurut Ki Hadjar Dewantara, adat tidak lain merupakan sifat kepatuhan, laras atau harmoni, yang terdapat dalam hubungannya laku, keadaan, atau benda yang satu dengan yang lain. Karena kepatuhan itu, maka dengan sendiri perhubungan atau pertimbangan antara yang satu dengan yang lain selalu tampak sebagai keindahan, yang kemudian menimbulkan rasa senang.

Minggu, 02 Agustus 2020

Habitus Perubahan Sosial di Indonesia

Aprinus Salam *

Walaupun tidak begitu populer, belakangan ini di sejumlah kalangan muncul wacana bagaimana menskenario perubahan sosial Indonesia ke depan agar bisa menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan terwujudnya kualitas hidup modern yang merata. Dari wacana itu dapat diketahui bahwa saat ini bangsa kita ternyata belum maju, belum sejahtera, dan bellum modern sepenuhnya.