Kompas, Minggu, 30 Maret 2008
TAKZIAH ISTRI: KUCING BELING
Mesin jahit di atas meja. Meja di atas usungan. Usungan di atas selusin
pundak. Dan di mesin jahit itu dia menjahit tubuhku yang telah digunting dan
dimal. Setelah dibentang seperti 7 meter kafan. Dan ditaburi minyak serimpi.
Minyak si penari yang telah membuat usia menyingkap kerahasiaannya. Membiarkan
risik tertabur pada yang tak pernah mengatupkan mulutnya: “Aku ingin menghadap
tanpa riasan apa pun. Aku adalah teja senja yang tak terduga!”
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Rabu, 18 November 2020
Langganan:
Postingan (Atom)